|
|
ayo gabung grup di:
 |
|
 |
Kekerasan dan Ilusi tentang Identitas
Amartya Sen (Peraih
Hadiah Nobel Ekonomi 1998)
Pandangan picik soal
identitas kini menjadi pemicu utama
pertikaian-pertikaian kontemporer. Berangkat dari
pengalaman pribadinya, ekonom peraih Nobel Amartya
Sen membongkar kepicikan ini dengan menelusuri
isu-isu multikulturalisme, pascakolonialisme,
fundamentalisme, terorisme, dan globalisasi.
>> selengkapnya...
"Untuk ukuran pakar sekelas
Amartya Sen, buku ini termasuk mudah dibaca dan dicerna.
Terlebih lagi masalah utama yang dikemukakannya amat aktual
dipakai untuk membaca kondisi Indonesia." ― Jurnal
Nasional
|
 |
Bukan-Eropa: Freud dan Politik Identitas Timur
Tengah
Edward Said
Dalam ceramah
menggegerkan yang dicekal oleh pihak pengundangnya
sendiri, Edward Said membongkar identitas resmi
Yahudi-Israel dan meruntuhkan klaim-klaim dasar
gerakan Zionisme. Said juga memperluas wawasan kita
tentang bagaimana menyikapi persoalan identitas di
zaman global ini. Peraih Book of the Year tahun 2003
versi The Guardian dan Irish Times.
>> selengkapnya...
"Buku ini
dapat dipakai sebagai alat membaca tentang identitas, yang
bagi Edward adalah sesuatu yang tak pemah utuh. Bagaimana
mungkin Israel mau bersikap eksklusif terhadap identitas
Yahudinya dengan menolak mengakui eksistensi bangsa
Palestina, bila ternyata Nabi Musa, sang pendiri Bani
Israel, justru seorang Mesir, bukan Yahudi." ―
Harian Surya
|
 |
Memahami
Dunia Lewat Sepak Bola: Kajian Tak Lazim tentang
Sosial-Politik Globalisasi
Franklin Foer
Sepak bola bukan sekadar
olahraga atau gaya hidup, melainkan jendela
untuk melihat fenomena globalisasi ekonomi-sosial-politik-budaya yang sedang melanda
kita sekarang. Dengan reportase langsung dari
kantung-kantung sepak bola dunia, jurnalis kawakan
Franklin Foer menyuguhkan analisa yang mencengangkan
dan tiada taranya tentang globalisasi.
>> selengkapnya...
"Buku ini sungguh mencengangkan
[...] Dengan bahasa yang
lugas, provokatif, bahkan sedikit kasar, pembaca tidak akan
sabar untuk merampungkan seluruh isi buku ini. ―
Koran Tempo
|
|
|