|
|


|
|
 |
Mencari Kiri: Kaum Revolusioner
Indonesia dan Revolusi Mereka
Jacques Leclerc
Dengan prosa yang memikat, sejarawan
Jacques Leclerc menelusuri gerakan revolusioner Indonesia sejak awal
abad ke-20 dan mengungkap aspek-aspek yang sangat dinamis dari
revolusi Indonesia.
>> selengkapnya...
|
 |
Politik Harapan: Perjalanan Politik
Perempuan Indonesia Pasca Reformasi
Ani Widyani Soetjipto
Beberapa pencapaian penting gerakan
perempuan seperti makin banyaknya perempuan yang duduk di parlemen
maupun jabatan publik belum dibarengi kualitas yang bisa membuahkan
transformasi politik. Bagaimana gerakan perempuan harus menyikapi
kondisi ini secara politik?
>> selengkapnya...
"Memberikan
segurat harapan dan semangat optimisme bahwa politik
perempuan perlu dan tidak mungkin tidak dijalankan." ―
resensi di situs Transparency International
|
 |
Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan
Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970-an
Aria Wiratma Yudhistira
Percaya atau tidak, rambut gondrong pernah
jadi masalah besar pada awal rezim Orde Baru. Petinggi militer dan
pejabat pemerintah mengeluarkan pernyataan resmi untuk melarangnya,
bahkan pernah dibentuk Badan Koordinasi Pemberantasan Rambut Gondrong
(Bakorperagon). Mengapa ini bisa terjadi? Mengapa soal sepele ini
sampai dipandang sebagai subversi oleh negara?
>> selengkapnya...
"Orisinal [...]
Terobosan penting dalam studi sejarah sosial." ― Hilmar Farid,
Institut Sejarah Sosial Indonesia
|
 |
Republikanisme dan Keindonesiaan:
Sebuah Pengantar
Robertus Robet
Kita sepertinya semakin
melupakan semangat dan pemahaman tentang republik,
sehingga merasa bahwa tanpa perbuatan aktif untuk
menjaganya, Republik Indonesia akan terus ada.
Padahal, kita mulai kehilangan berbagai pegangan
fundamental menyangkut hidup bersama sebagai bangsa.
>> selengkapnya...
"Tak banyak
gunanya bercita-cita membentuk Indonesia sebagai bangsa, apabila
kita sendiri tidak tahu ke mana hendak menuju. Buku ini dengan
bijak menjadi pandu ke arah mana kita perlu menuju." ―
B. Herry-Priyono, STF Driyarkara
|
 |
Merdeka 100%: Tiga Percakapan Ekonomi-Politik
Tan Malaka
Ditulis di tengah
peperangan besar Surabaya 1945, buku ini barangkali
merupakan karya Tan Malaka yang paling imajinatif.
Brosur ekonomi-politik yang dituturkan dalam gaya
naskah drama!
>> selengkapnya...
"Tan Malaka bermaksud lebih praktis dengan buku ini. Bila
Madilog sengaja dimaksudkannya sebagai karya “filsafat
kaum murba”, buku ini hendak membumikan “filsafat” tersebut
ke dalam bahasa rakyat kebanyakan." ― TEMPO
|
|
 |
Post-Washington Consensus dan Politik Privatisasi di
Indonesia
Centre for International
Relation Studies - Universitas Indonesia
Privatisasi adalah kebijakan paling
kontroversial saat ini. Ketika
masyarakat kian sulit memperoleh kebutuhan dasarnya,
lembaga-lembaga pembangunan internasional malah mengusulkan privatisasi sebagai
solusinya. Bagaimana pandangan ini bisa
mengemuka? Lalu alternatif apa yang ditawarkan oleh para
ekonom kritis yang sering disebut sebagai gerakan
Post-Washington Consensus?
>> selengkapnya...
"Mengulas
seluk-beluk politik privatisasi di negeri ini [...] juga
secara khusus menyoroti kasus privatisasi BUMN, sumber daya
air dan pendidikan beserta segala dampaknya." ―
Suara Karya Online
|
|
|