|
|


|
|
 |
Mengukur Kesejahteraan: Mengapa Produk
Domestik Bruto Bukan Tolok Ukur yang Tepat untuk Menilai Kemajuan
Joseph E. Stiglitz (Peraih
Hadiah Nobel Ekonomi 2001)
Amartya Sen (Peraih
Hadiah Nobel Ekonomi 1998)
Jean-Paul Fitoussi
Memakai pertumbuhan PDB
sebagai ukuran kesejahteraan ekonomi telah memberi
gambaran yang melenceng tentang masyarakat dan
karenanya menghasilkan kebijakan sosial-ekonomi yang
melenceng pula. Laporan kerja Komisi Pengukuran
Kinerja Ekonomi dan Kemajuan Sosial ini menawarkan
alternatif-alternatif terhadap PDB.
>> selengkapnya...
"Proyek ini
menantang gambaran kesejahteraan yang tak masuk akal." ―
Brisbane Times
|
 |
Kekerasan dan Ilusi tentang Identitas
Amartya Sen (Peraih
Hadiah Nobel Ekonomi 1998)
Pandangan picik soal
identitas kini menjadi pemicu utama
pertikaian-pertikaian kontemporer. Berangkat dari
pengalaman pribadinya, ekonom peraih Nobel Amartya
Sen membongkar kepicikan ini dengan menelusuri
isu-isu multikulturalisme, pascakolonialisme,
fundamentalisme, terorisme, dan globalisasi.
>> selengkapnya...
"Untuk ukuran pakar sekelas
Amartya Sen, buku ini termasuk mudah dibaca dan dicerna.
Terlebih lagi masalah utama yang dikemukakannya amat aktual
dipakai untuk membaca kondisi Indonesia." ― Jurnal
Nasional
|
 |
Menghadapi Globalisasi: Kiat Gombal buat Pengusaha
Kecil
El Fisgón
Dengan paduan yang apik
antara kata dengan gambar, kartunis politik ternama
Meksiko El Fisgón membuat komik kocak yang
menggambarkan perkembangan sejarah kapitalisme dan
imperialisme terhadap Dunia Ketiga. Cerdas, lucu,
dan menggigit.
>> selengkapnya...
"Hanya dalam satu buku
ini pembaca tidak akan kesulitan untuk mengerti apa itu
globalisasi dan neoliberalisme, termasuk bahaya yang akan
ditimbulkannya bagi negara dan kehidupan." ― Bisnis Indonesia
|
 |
Dekade Keserakahan: Era '90-an dan Awal Mula Petaka
Ekonomi Dunia
Joseph Stiglitz (Peraih
Hadiah Nobel Ekonomi 2001)
Analisa tajam dari
ekonom peraih Hadiah Nobel tentang cacat-cacat
kapitalisme (neoliberalisme) ala Amerika Serikat dan
dampaknya pada kemerosotan perekonomian global.
>> selengkapnya...
"Stiglitz melihat
tugas utama Indonesia adalah menciptakan lembaga dan aturan
main untuk meningkatkan transparansi dan kualitas informasi
serta mengurangi konflik kepentingan."
― Kompas
|
 |
Post-Washington Consensus dan Politik Privatisasi di
Indonesia
Centre for International
Relation Studies - Universitas Indonesia
Privatisasi adalah kebijakan paling
kontroversial saat ini. Ketika
masyarakat kian sulit memperoleh kebutuhan dasarnya,
lembaga-lembaga pembangunan internasional malah mengusulkan privatisasi sebagai
solusinya. Bagaimana pandangan ini bisa
mengemuka? Lalu alternatif apa yang ditawarkan oleh para
ekonom kritis yang sering disebut sebagai gerakan
Post-Washington Consensus?
>> selengkapnya...
"Mengulas
seluk-beluk politik privatisasi di negeri ini [...] juga
secara khusus menyoroti kasus privatisasi BUMN, sumber daya
air dan pendidikan beserta segala dampaknya." ―
Suara Karya Online
|
 |
Memahami
Dunia Lewat Sepak Bola: Kajian Tak Lazim tentang
Sosial-Politik Globalisasi
Franklin Foer
Sepak bola bukan sekadar
olahraga atau gaya hidup, melainkan jendela
untuk melihat fenomena globalisasi ekonomi-sosial-politik-budaya yang sedang melanda
kita sekarang. Dengan reportase langsung dari
kantung-kantung sepak bola dunia, jurnalis kawakan
Franklin Foer menyuguhkan analisa yang mencengangkan
dan tiada taranya tentang globalisasi.
>> selengkapnya...
"Buku ini sungguh mencengangkan
[...] Dengan bahasa yang
lugas, provokatif, bahkan sedikit kasar, pembaca tidak akan
sabar untuk merampungkan seluruh isi buku ini. ―
Koran Tempo
|
|
|