|
|


|
|
 |
Das Kapital: Kisah Sebuah Buku yang
Mengubah Dunia
Francis Wheen
Krisis ekonomi global bertubi-tubi membuat
banyak orang menengok kembali pada analisa Marx mengenai borok-borok
kapitalisme dalam Das Kapital. Buku ini penting sebagai
pengantar membaca mahakarya tersebut. Dengan bernas Francis Wheen
mengupas proses penyusunan serta pengaruh-pengaruh yang melatari
Das Kapital, tesis-tesis dasar serta dampaknya, penerimaan
terhadapnya dari saat diterbitkan hingga sekarang, 150 tahun
sesudahnya.
>> selengkapnya...
"Menawan
dan provokatif [...]
Membujuk pembaca untuk melihat Das Kapital secara
segar." ―
Socialist Review
|
 |
Manusia Politik: Subyek Radikal dan Politk
Emansipasi di Era Kapitalisme Global Menurut Slavoj
Žižek
Robertus Robet
Di tengah kecemasan dan
pesimisme era pascamodern yang merayakan kematian
politik dan subyek politik, bagaimanakah perjuangan
untuk kesetaraan dan keadilan hendak dilakukan?
Filsuf radikal Slavoj Žižek datang membawa gebrakan
yang orisinil dan radikal. Inilah kajian
komprehensif berbahasa Indonesia pertama atas
filsafat Žižek.
>> selengkapnya...
"Paparan
Robet memnbuka kembali kemungkinan politik emansipatoris
yang berhadapan secara frontal dengan totalitarianisme dan
fundamentalisme." ― Bagus Takwin, penulis
Patogonos
dan Akar-Akar Ideologi
|
 |
Kembalinya Politik: Pemikiran Politik Kontemporer dari (A)rendt sampai
(Ž)ižek
Robertus Robet dan Ronny
Agustius (eds.). Penulis: Bagus Takwin,
Daniel Hutagalung, Eddie Sius Riyadi, Robertus Robet,
Tony Doludea. Pengantar: Rocky Gerung.
Politik atau setidaknya kesadaran akan yang-politik tidak serta merta
bisa muncul dan teraktualisasi dalam masyarakat sekalipun masyarakat
itu telah memiliki format, struktur, maupun nilai demokrasi.
Buku ini berusaha memperkaya perangkat tersebut lewat
pembahasan mengenai teori-teori politik kontemporer.
>> selengkapnya...
"Aku pun
keluar dari bilik suara, aku melangkah meninggalkan TPS, dan
tak merasa amat peduli mana yang akan menang dan yang akan
kalah dalam pertandingan lima tahun sekali ini. Ada jarak
antara aku dan ritus itu. Saling tak kenal lagi, saling
terasing. Mungkin inilah yang aku alami: politik yang telah
mati.
Di rumah aku
baca lagi bab-bab yang berat dari buku Kembalinya Politik,
yang ditulis beberapa pemiikir politik mutakhir Indonesia
[...] Tapi di sini, "politik" berarti
politik-sebagai-perjuangan, "politik-P". Bukan politik yang
telah mati." ― Goenawan Mohamad, "Politik-P",
Catatan Pinggir TEMPO
|
 |
Kekerasan dan Ilusi tentang Identitas
Amartya Sen (Peraih
Hadiah Nobel Ekonomi 1998)
Pandangan picik soal
identitas kini menjadi pemicu utama
pertikaian-pertikaian kontemporer. Berangkat dari
pengalaman pribadinya, ekonom peraih Nobel Amartya
Sen membongkar kepicikan ini dengan menelusuri
isu-isu multikulturalisme, pascakolonialisme,
fundamentalisme, terorisme, dan globalisasi.
>> selengkapnya...
"Untuk ukuran pakar sekelas
Amartya Sen, buku ini termasuk mudah dibaca dan dicerna.
Terlebih lagi masalah utama yang dikemukakannya amat aktual
dipakai untuk membaca kondisi Indonesia." ― Jurnal
Nasional
|
 |
Bukan-Eropa: Freud dan Politik Identitas Timur
Tengah
Edward Said
Dalam ceramah
menggegerkan yang dicekal oleh pihak pengundangnya
sendiri, Edward Said membongkar identitas resmi
Yahudi-Israel dan meruntuhkan klaim-klaim dasar
gerakan Zionisme. Said juga memperluas wawasan kita
tentang bagaimana menyikapi persoalan identitas di
zaman global ini. Peraih Book of the Year tahun 2003
versi The Guardian dan Irish Times.
>> selengkapnya...
"Buku ini
dapat dipakai sebagai alat membaca tentang identitas, yang
bagi Edward adalah sesuatu yang tak pemah utuh. Bagaimana
mungkin Israel mau bersikap eksklusif terhadap identitas
Yahudinya dengan menolak mengakui eksistensi bangsa
Palestina, bila ternyata Nabi Musa, sang pendiri Bani
Israel, justru seorang Mesir, bukan Yahudi." ―
Harian Surya
|
|
 |
Mitos
dan Makna: Membongkar Kode-kode Budaya
Claude Lévi-Strauss
Modernisme membuat kita
menampik mitos sebagai produk pemikiran primitif
yang kualitasnya jauh di bawah pemikiran rasional
manusia modern. Antropolog Lévi-Strauss membuktikan
bahwa pandangan ini keliru.
>> selengkapnya...
"Dengan metode struktural,
Levi-Strauss menawarkan kemunculan makna dari sebuah mitos
yang dianut masyarakat tertentu, juga menjelaskan fungsinya
bagi kehidupan mereka." ―
Pikiran Rakyat
|
 |
Terbunuhnya Seorang Profesor Posmo
Arthur Asa Berger
Ettore Gnocchi, seorang
teoretikus posmodern kenamaan, ditemukan tewas dalam
jamuan makan malam di rumahnya sendiri. Untuk
melacak pembunuhnya, Inspektur Solomon Hunter sadar
bahwa ia harus membongkar terlebih dahulu apa itu
posmodernisme.
>> selengkapnya...
"Kekuatan novel ini terletak
pada fakta akademis yang solid [...]
Berger rupanya ingin menepati janjinya menutup sebuah
pembunuhan seorang pemikir dengan pemikiran besar juga.
―
Media Indonesia
|
|
|