filsafat

 


 
     

2  3  ►

 
 
Globalisasi
Ekonomi-Politik
Sosial
Filsafat
Pemikiran Politik
Kajian Budaya
Kajian Indonesia
Anarkisme
Sastra
Ekologi & Agraria
Sejarah

 

ayo gabung grup di:

 

 

Manusia Politik: Subyek Radikal dan Politk Emansipasi di Era Kapitalisme Global Menurut Slavoj Žižek

Robertus Robet

 

Di tengah kecemasan dan pesimisme era pascamodern yang merayakan kematian politik dan subyek politik, bagaimanakah perjuangan untuk kesetaraan dan keadilan hendak dilakukan? Filsuf radikal Slavoj Žižek datang membawa gebrakan yang orisinil dan radikal. Inilah kajian komprehensif berbahasa Indonesia pertama atas filsafat Žižek.

>> selengkapnya...

 

"Paparan Robet memnbuka kembali kemungkinan politik emansipatoris yang berhadapan secara frontal dengan totalitarianisme dan fundamentalisme." ― Bagus Takwin, penulis Patogonos dan Akar-Akar Ideologi


Kembalinya Politik: Pemikiran Politik Kontemporer dari (A)rendt sampai (Ž)ižek

Robertus Robet dan Ronny Agustius (eds.). Penulis: Bagus Takwin, Daniel Hutagalung, Eddie Sius Riyadi, Robertus Robet, Tony Doludea. Pengantar: Rocky Gerung.

 

Politik atau setidaknya kesadaran akan yang-politik tidak serta merta bisa muncul dan teraktualisasi dalam masyarakat sekalipun masyarakat itu telah memiliki format, struktur, maupun nilai demokrasi. Buku ini berusaha memperkaya perangkat tersebut lewat pembahasan mengenai teori-teori politik kontemporer.

>> selengkapnya...

 

"Aku pun keluar dari bilik suara, aku melangkah meninggalkan TPS, dan tak merasa amat peduli mana yang akan menang dan yang akan kalah dalam pertandingan lima tahun sekali ini. Ada jarak antara aku dan ritus itu. Saling tak kenal lagi, saling terasing. Mungkin inilah yang aku alami: politik yang telah mati.

 

Di rumah aku baca lagi bab-bab yang berat dari buku Kembalinya Politik, yang ditulis beberapa pemiikir politik mutakhir Indonesia [...] Tapi di sini, "politik" berarti politik-sebagai-perjuangan, "politik-P". Bukan politik yang telah mati." ― Goenawan Mohamad, "Politik-P", Catatan Pinggir TEMPO


Kekerasan dan Ilusi tentang Identitas

Amartya Sen (Peraih Hadiah Nobel Ekonomi 1998)

 

Pandangan picik soal identitas kini menjadi pemicu utama pertikaian-pertikaian kontemporer. Berangkat dari pengalaman pribadinya, ekonom peraih Nobel Amartya Sen membongkar kepicikan ini dengan menelusuri isu-isu multikulturalisme, pascakolonialisme, fundamentalisme, terorisme, dan globalisasi.

>> selengkapnya...

 

"Untuk ukuran pakar sekelas Amartya Sen, buku ini termasuk mudah dibaca dan dicerna. Terlebih lagi masalah utama yang dikemukakannya amat aktual dipakai untuk membaca kondisi Indonesia." ― Jurnal Nasional


Bukan-Eropa: Freud dan Politik Identitas Timur Tengah

Edward Said

 

Dalam ceramah menggegerkan yang dicekal oleh pihak pengundangnya sendiri, Edward Said membongkar identitas resmi Yahudi-Israel dan meruntuhkan klaim-klaim dasar gerakan Zionisme. Said juga memperluas wawasan kita tentang bagaimana menyikapi persoalan identitas di zaman global ini. Peraih Book of the Year tahun 2003 versi The Guardian dan Irish Times.

>> selengkapnya...

 

"Buku ini dapat dipakai sebagai alat membaca tentang identitas, yang bagi Edward adalah sesuatu yang tak pemah utuh. Bagaimana mungkin Israel mau bersikap eksklusif terhadap identitas Yahudinya dengan menolak mengakui eksistensi bangsa Palestina, bila ternyata Nabi Musa, sang pendiri Bani Israel, justru seorang Mesir, bukan Yahudi." ― Harian Surya


Mitos dan Makna: Membongkar Kode-kode Budaya

Claude Lévi-Strauss

 

Modernisme membuat kita menampik mitos sebagai produk pemikiran primitif yang kualitasnya jauh di bawah pemikiran rasional manusia modern. Antropolog Lévi-Strauss membuktikan bahwa pandangan ini keliru.

>> selengkapnya...

 

"Dengan metode struktural, Levi-Strauss menawarkan kemunculan makna dari sebuah mitos yang dianut masyarakat tertentu, juga menjelaskan fungsinya bagi kehidupan mereka." ― Pikiran Rakyat


Terbunuhnya Seorang Profesor Posmo

Arthur Asa Berger

 

Ettore Gnocchi, seorang teoretikus posmodern kenamaan, ditemukan tewas dalam jamuan makan malam di rumahnya sendiri. Untuk melacak pembunuhnya, Inspektur Solomon Hunter sadar bahwa ia harus membongkar terlebih dahulu apa itu posmodernisme.

>> selengkapnya...

 

"Kekuatan novel ini terletak pada fakta akademis yang solid [...] Berger rupanya ingin menepati janjinya menutup sebuah pembunuhan seorang pemikir dengan pemikiran besar juga.  ― Media Indonesia


 

 

 

 

© 2010 PT Wahana Aksi Kritika

© 2005-2009 PT Cipta Lintas Wacana

www.marjinkiri.com | Terakhir diperbarui: 15 Juli 2010