 |
Das Kapital: Kisah Sebuah Buku yang
Mengubah Dunia
Francis Wheen
Krisis ekonomi global bertubi-tubi membuat
banyak orang menengok kembali pada analisa Marx mengenai borok-borok
kapitalisme dalam Das Kapital. Buku ini penting sebagai
pengantar membaca mahakarya tersebut. Dengan bernas Francis Wheen
mengupas proses penyusunan serta pengaruh-pengaruh yang melatari
Das Kapital, tesis-tesis dasar serta dampaknya, penerimaan
terhadapnya dari saat diterbitkan hingga sekarang, 150 tahun
sesudahnya.
>> selengkapnya...
"Menawan
dan provokatif [...]
Membujuk pembaca untuk melihat Das Kapital secara
segar." ―
Socialist Review
|
 |
Mengukur Kesejahteraan: Mengapa Produk
Domestik Bruto Bukan Tolok Ukur yang Tepat untuk Menilai Kemajuan
Joseph E. Stiglitz (Peraih
Hadiah Nobel Ekonomi 2001)
Amartya Sen (Peraih
Hadiah Nobel Ekonomi 1998)
Jean-Paul Fitoussi
Memakai pertumbuhan PDB
sebagai ukuran kesejahteraan ekonomi telah memberi
gambaran yang melenceng tentang masyarakat dan
karenanya menghasilkan kebijakan sosial-ekonomi yang
melenceng pula. Laporan kerja Komisi Pengukuran
Kinerja Ekonomi dan Kemajuan Sosial ini menawarkan
alternatif-alternatif terhadap PDB.
>> selengkapnya...
"Proyek ini
menantang gambaran kesejahteraan yang tak masuk akal." ―
Brisbane Times
|
 |
Negara Bukan Perusahaan: Mengapa Kebijakan Ekonomi
Tidak Bisa Dirumuskan oleh Pengusaha
Paul Krugman (Peraih
Hadiah Nobel Ekonomi 2008)
Kelas pengusaha
berlomba-lomba terjun ke dunia politik. Salah satu
alasannya adalah karena mereka tahu bagaimana
membuat perekonomian nasional maju. Benarkah?
Krugman mengajak kita untuk menolak keras keyakinan
menyesatkan dan berbahaya itu.
>> selengkapnya...
"Krugman menulis
lebih bagus ketimbang ekonom mana pun sejak John Maynard Keynes." ―
Fortune
|
 |
Menghadapi Globalisasi: Kiat Gombal buat Pengusaha
Kecil
El Fisgón
Dengan paduan yang apik
antara kata dengan gambar, kartunis politik ternama
Meksiko El Fisgón membuat komik kocak yang
menggambarkan perkembangan sejarah kapitalisme dan
imperialisme terhadap Dunia Ketiga. Cerdas, lucu,
dan menggigit.
>> selengkapnya...
"Hanya dalam satu buku
ini pembaca tidak akan kesulitan untuk mengerti apa itu
globalisasi dan neoliberalisme, termasuk bahaya yang akan
ditimbulkannya bagi negara dan kehidupan." ― Bisnis Indonesia
|
 |
Dekade Keserakahan: Era '90-an dan Awal Mula Petaka
Ekonomi Dunia
Joseph Stiglitz (Peraih
Hadiah Nobel Ekonomi 2001)
Analisa tajam dari
ekonom peraih Hadiah Nobel tentang cacat-cacat
kapitalisme (neoliberalisme) ala Amerika Serikat dan
dampaknya pada kemerosotan perekonomian global.
>> selengkapnya...
"Stiglitz melihat
tugas utama Indonesia adalah menciptakan lembaga dan aturan
main untuk meningkatkan transparansi dan kualitas informasi
serta mengurangi konflik kepentingan."
― Kompas
|
 |
Bank
Kaum Miskin
Muhammad Yunus (Peraih
Hadiah Nobel Perdamaian 2006)
Perjalanan hidup Muhammad Yunus dalam
memberdayakan kaum miskin Bangladesh lewat skema
kredit mikro Grameen
Bank. Gagasan Yunus telah menginspirasi ribuan
inisiatif serupa di seluruh dunia untuk memerangi
kemiskinan. Mencerahkan!
>> selengkapnya...
"Kita butuh orang-orang seperti Muhammad Yunus yang
langsung memberikan sumbangan nyata kepada penduduk miskin,
bukan janji-janji palsu yang tak ada realisasinya sama
sekali." ―
Seputar Indonesia
|
 |
Post-Washington Consensus dan Politik Privatisasi di
Indonesia
Centre for International
Relation Studies - Universitas Indonesia
Privatisasi adalah kebijakan paling
kontroversial saat ini. Ketika
masyarakat kian sulit memperoleh kebutuhan dasarnya,
lembaga-lembaga pembangunan internasional malah mengusulkan privatisasi sebagai
solusinya. Bagaimana pandangan ini bisa
mengemuka? Lalu alternatif apa yang ditawarkan oleh para
ekonom kritis yang sering disebut sebagai gerakan
Post-Washington Consensus?
>> selengkapnya...
"Mengulas
seluk-beluk politik privatisasi di negeri ini [...] juga
secara khusus menyoroti kasus privatisasi BUMN, sumber daya
air dan pendidikan beserta segala dampaknya." ―
Suara Karya Online
|