|
|


|
|
 |
Das Kapital: Kisah Sebuah Buku yang
Mengubah Dunia
Francis Wheen
Krisis ekonomi global bertubi-tubi membuat
banyak orang menengok kembali pada analisa Marx mengenai borok-borok
kapitalisme dalam Das Kapital. Buku ini penting sebagai
pengantar membaca mahakarya tersebut. Dengan bernas Francis Wheen
mengupas proses penyusunan serta pengaruh-pengaruh yang melatari
Das Kapital, tesis-tesis dasar serta dampaknya, penerimaan
terhadapnya dari saat diterbitkan hingga sekarang, 150 tahun
sesudahnya.
>> selengkapnya...
"Menawan
dan provokatif [...]
Membujuk pembaca untuk melihat Das Kapital secara
segar." ―
Socialist Review
|
 |
Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan
Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970-an
Aria Wiratma Yudhistira
Percaya atau tidak, rambut gondrong pernah
jadi masalah besar pada awal rezim Orde Baru. Petinggi militer dan
pejabat pemerintah mengeluarkan pernyataan resmi untuk melarangnya,
bahkan pernah dibentuk Badan Koordinasi Pemberantasan Rambut Gondrong
(Bakorperagon). Mengapa ini bisa terjadi? Mengapa soal sepele ini
sampai dipandang sebagai subversi oleh negara?
>> selengkapnya...
"Orisinal [...]
Terobosan penting dalam studi sejarah sosial." ― Hilmar Farid,
Institut Sejarah Sosial Indonesia
|
 |
Terbunuhnya Seorang Profesor Posmo
Arthur Asa Berger
Ettore Gnocchi, seorang
teoretikus posmodern kenamaan, ditemukan tewas dalam
jamuan makan malam di rumahnya sendiri. Untuk
melacak pembunuhnya, Inspektur Solomon Hunter sadar
bahwa ia harus membongkar terlebih dahulu apa itu
posmodernisme.
>> selengkapnya...
"Kekuatan novel ini terletak
pada fakta akademis yang solid [...]
Berger rupanya ingin menepati janjinya menutup sebuah
pembunuhan seorang pemikir dengan pemikiran besar juga.
―
Media Indonesia
|
 |
Bukan-Eropa: Freud dan Politik Identitas Timur
Tengah
Edward Said
Dalam ceramah
menggegerkan yang dicekal oleh pihak pengundangnya
sendiri, Edward Said membongkar identitas resmi
Yahudi-Israel dan meruntuhkan klaim-klaim dasar
gerakan Zionisme. Said juga memperluas wawasan kita
tentang bagaimana menyikapi persoalan identitas di
zaman global ini. Peraih Book of the Year tahun 2003
versi The Guardian dan Irish Times.
>> selengkapnya...
"Buku ini
dapat dipakai sebagai alat membaca tentang identitas, yang
bagi Edward adalah sesuatu yang tak pemah utuh. Bagaimana
mungkin Israel mau bersikap eksklusif terhadap identitas
Yahudinya dengan menolak mengakui eksistensi bangsa
Palestina, bila ternyata Nabi Musa, sang pendiri Bani
Israel, justru seorang Mesir, bukan Yahudi." ―
Harian Surya
|
|
 |
Mitos
dan Makna: Membongkar Kode-kode Budaya
Claude Lévi-Strauss
Modernisme membuat kita
menampik mitos sebagai produk pemikiran primitif
yang kualitasnya jauh di bawah pemikiran rasional
manusia modern. Antropolog Lévi-Strauss membuktikan
bahwa pandangan ini keliru.
>> selengkapnya...
"Dengan metode struktural,
Levi-Strauss menawarkan kemunculan makna dari sebuah mitos
yang dianut masyarakat tertentu, juga menjelaskan fungsinya
bagi kehidupan mereka." ―
Pikiran Rakyat
|
|
|