Saat Grameen Bank mulai
beroperasi pada Januari 1977, Muhammad Yunus mempelajari
sistem program kredit untuk memberikan bantuan pinjaman
kepada masyarakat miskin. Berbeda dengan bank
tradisional pada umumnya, Grameen Bank melembagakan
program cicilan pinjaman harian dengan cicilan dalam
jumlah yang sedemikian kecil agar tidak memberatkan
peminjam. Proyek percontohan gagasan kredit mikro ini
diujicobakan dalam skala kecil di Desa Jobra dan
selanjutnya diperluas ke Distrik Tangail yang berlokasi
dekat Dhaka, ibu kota Banglades. Di Tangail, pihak
Grameen menghadapi perlawanan dari ulama-ulama
konservatif terkait dengan minat perempuan yang ingin
bergabung dengan program kredit mikro.
Sejak berdiri, setiap tahun
—kecuali tahun 1983, 1991, dan 1992— Grameen Bank
memperoleh keuntungan. Ini membuktikan bisnis dan tujuan
sosial bisa berjalan beriringan. Secara umum, Grameen
Bank menawarkan tiga jenis kredit, yaitu kredit mata
pencarian, kredit perumahan, dan kredit pendidikan
tinggi untuk anak-anak keluarga Grameen. Jangkauan
perluasan bisnis Grameen Bank kemudian merambah ke
sektor perikanan, garmen, telepon seluler, dan penyedia
layanan internet. Grameen Bank juga memiliki Program
Kesehatan Grameen yang menyediakan pelayanan kesehatan
yang berorientasi pada anggota Grameen dan penduduk desa.
Buku yang dilengkapi pidato
Muhammad Yunus saat menerima hadiah Nobel Perdamaian
2006 juga mengemukakan analisis filosofis tentang
masyarakat dan pemerintah, hubungan antarsosial, agama
dan dehumanisasi, dan hak asasi manusia. (TSD/LITBANG
KOMPAS)