|
Keseimbangan dalam
Ekonomi
Global
Kompas,
4 Juni 2006
Pertumbuhan ekonomi tahun 1990-an tercatat
melonjak ke tingkat tertinggi pasca-Perang Dunia
II.
Tatanan dunia baru yang ditandai sebagai lahirnya Ekonomi
Baru mendorong peningkatan aliran dana enam kali lipat dalam
enam tahun dari negara maju ke negara berkembang. Kegairahan
irasionalitas tersebut menciptakan gelembung semu yang
akhirnya menimbulkan petaka anjloknya saham perusahaan
teknologi dan kebangkrutan perusahaan besar, seperti Enron.
Pemenang Nobel Ekonomi
tahun 2001 ini meninjau berbagai peristiwa pada era 1990-an
dan masa selanjutnya dengan perspektif yang dipengaruhi
risetnya selama 40 tahun terakhir. Sebagai penganut
neo-Keynesian, Stiglitz yakin regulasi pemerintah tetap
penting untuk mengembangkan perekonomian. Jika
keseimbangannya tepat, negara akan tumbuh dengan kuat,
seperti Asia Timur pada masa 1980-an.
Meskipun sebagian besar
yang dibahas Amerika Serikat, berbagai peristiwa dalam
beberapa tahun terakhir menunjukkan perekonomian dunia
saling bergantung dan demikian juga yang terjadi di luar AS.
Dalam pengantar untuk edisi Indonesia ini, Stiglitz melihat
tugas utama Indonesia adalah menciptakan lembaga dan aturan
main untuk meningkatkan transparansi dan kualitas informasi
serta mengurangi konflik kepentingan.
(THA/LITBANG
KOMPAS)
|