| |
Mitos dan Makna
Gani/Harri
Pratama (Institut Nalar Jatinangor)
Pikiran
Rakyat, 25 November 2006
Mitos dalam masyarakat niraksara
bagi Levi-Strauss tidaklah sesederhana dan tanpa makna
seperti yang dipikirkan orang-orang modern selama ini.
Itulah mungkin, satu alasan baginya untuk meneliti mitos.
Menurutnya, beraneka mitos di pelbagai belahan dunia
ternyata memiliki kemiripan satu dengan lainnya. Misalnya
mitos bibir sumbing dan anak kembar: mitos terbelah dua yang
terdapat di dua suku Indian yang terpisah jauh. Satu di
belahan utara dan lainnya di selatan. Cerita dalam mitos
tersebut boleh saja hadir dalam versi yang beragam, namun
jika ditelisik lebih dalam akan ditemukan satu benang merah,
mengapa anak kembar di beberapa suku Indian dianggap
berbahaya. Satu mitos ke mitos lainnya mengalami proses
transformasi. Proses memahami transformasi ini ibarat
membedah struktur dalam musik dan dengan menggunakan metode
linguistik sebagai dasarnya. Dengan metode struktural,
Levi-Strauss menawarkan kemunculan makna dari sebuah mitos
yang dianut masyarakat tertentu, juga menjelaskan fungsinya
bagi kehidupan mereka. |