|
Ketimpangan Ekonomi Dunia
dalam Komik
Lutfiatus
Sholihah
Suara Merdeka,
5 Februari
2006
Alkisah, hiduplah seorang
pengusaha kecil Meksiko yang tak pernah sukses, namanya
Charro Machorro. Demi mengejar angan-angan “menjadi Bill
Gates kedua”, Charro pergi menemui Cassandra Carrera, “dukun
finansial spesialis ekonomi pembangunan”, yang papan namanya
mengiklankan jasa “jampi-jampi ekonomi” serta pengobatan
“lemah syahwat dan lemah saham.”
Agar Charro bisa sukses, sang
dukun memaparkan kiat-kiatnya dalam bentuk ulasan sejarah
perekonomian sejak zaman feodal hingga kapitalisme mutakhir
saat ini (yang umumnya disebut “neoliberalisme”). Charro
akhirnya sadar bahwa rezim ekonomi dunia sekarang ini memang
tidak memberi peluang hidup bagi usaha-usaha kecil. Bahkan
jasa sang dukun sendiri ternyata adalah bisnis besar yang
ongkosnya bikin bangkrut kantong kliennya.
Di sini nampaknya sang kreator
komik berusaha menyindir IMF, “sang dukun ekonomi” yang
katanya membantu negara miskin, namun kenyataannya justru
memberikan resep-resep yang makin membebani kehidupan rakyat
di negara yang “dirawat.”
Komik yang diceritakan di buku
ini memang menyoroti ketidakadilan tata ekonomi dunia yang
didominasi AS lewat pranata-pranata internasionalnya macam
IMF dan Bank Dunia. Permasalahan aktual lainnya juga disorot,
seperti sepak terjang Presiden Bush yang melanggar seluruh
norma pergaulan internasional, atau kaitan erat antara
kapitalisme dengan peperangan. Bisa kita baca bagaimana
industri senjata berperan penting dalam mendorong pecahnya
pelbagai peperangan besar, mulai Perang Dunia II hingga
serbuan AS ke Irak belum lama ini.
Bagaimanakah cara menyuarakan
kegeraman terhadap hegemoni Amerika Serikat tanpa perlu
marah-marah? Kartunis politik Meksiko El Fisgón punya
jawabnya: bikinlah komik yang menggelitik tanpa mengurangi
ketajaman dan kepedasannya. Komik atau kartun memang semakin
digemari sebagai medium menyuarakan isu-isu sosial politik.
Buku ini agak berbeda dari
buku-buku “for beginners”. Lebih dari sekadar pengantar
bergambar untuk memasuki ranah ilmu sosial dan filsafat yang
jauh lebih rumit, buku ini adalah komik dalam arti yang
sesungguhnya. Ada tokoh, ada interaksi antar tokoh, ada
jalan cerita yang runut dan utuh. |