| |
Menghadapi Globalisasi
Petrus
Sumitro
apokalips.org
Rafael Barajas Durán atau yang
lebih dikenal dengan nama alias El Fisgón adalah seorang
kartunis radikal terkemuka dari Meksiko. Dia juga adalah
kartunis tetap dari sebuah harian kiri paling kredibel di
Meksiko: La Jornada. Seperti umumnya media kartun,
tentu saja karya El Fisgón yang satu ini sarat dengan
guyonan. Tapi bukan guyonan picisan, jorok dan slapstik yang
ditawarkan, melainkan guyonan cerdas yang sinis dan tragis,
dengan analisa yang tidak dangkal.
Dilihat dari judul kecilnya saja,
Kiat Gombal Buat Pengusaha Kecil, kita sudah dapat
merasakan nuansa satire yang sangat kuat. Bahkan, sub-judul
dalam buku versi bahasa Inggrisnya terdengar lebih sinis
lagi: A Primer for Roadside Vendors (Roadside
Vendors kalau di Indonesia kira-kira adalah
lapakan-lapakan pinggir jalan dan pedagang kaki lima). Maka
rasanya sangat menyedihkan saat saya mulai membayangkan
bagaimana para pedagang yang hanya memiliki trotoar sebagai
lahan mencari nafkah, yang selalu dikejar-kejar oleh SatPol-PP,
harus mampu bersaing dengan pedagang lainnya seperti
Wal-Mart yang mampu membeli tanah manapun untuk dijadikan
tempat berusaha, dan tentu saja mampu mempekerjakan jasa
pengamanan. Namun memang seperti itulah kenyataannya. Itulah
“lelucon” tragis yang ditawarkan oleh para pendukung dan
pelaku neo-liberalisme, yaitu Pasar Bebas. Jadi, anda salah
besar kalau masih mengira bahwa buku komik ini adalah
benar-benar sebuah “buku panduan” untuk anda agar bisa cepat
menjadi kaya dan mampu bersaing, atau untuk para pedagang
asongan yang ingin bertahan dalam persaingan ekonomi secara
global. Justru sebaliknya, buku komik ini malah memaparkan
penjelasan tentang mengapa kita terus menjadi miskin (atau
dimiskinkan). Itu adalah sebagian kecil dari dampak
globalisasi dan kebijakan neoliberalisme pada kehidupan kita
semua yang dipaparkan secara gamblang dan satire dalam buku
komik ini.
Seperti layaknya buku komik,
kita akan diperkenalkan dengan tokoh-tokoh yang ada terlebih
dahulu. Dalam karya El Fisgón kali ini, kita diperkenalkan
dengan Charro Machorro, seorang pengusaha kecil yang selalu
gagal dalam tiap usahanya. Saat itu ia sedang melintasi
gurun Arizona untuk menemui tokoh lainnya, seorang
dukun-finansial yang bernama Cassandra Carrera, untuk
meminta saran atau bahkan jimat yang diharapkan dapat
membantu untuk menyukseskan usahanya dengan harga yang mahal.
Namun, bukannya mendapatkan kiat-kiat bagus untuk merubah
sebuah usaha menjadi lahan uang yang subur, Carrera malah
memberikan pelajaran sejarah kapitalisme dan globalisasi.
Menurut Carrera, agar bisnis milik Charro bisa menjadi
sukses, bisnis tersebut seharusnya dijalankan pada abad
pertengahan dan bukan sekarang. Di sana, Charro harus mampu
memonopoli, mengksploitasi sumber daya alam, menghancurkan
serikat pekerja, dan tentu saja, menjadi korporasi
multinasional.
Lewat cerita panjang yang keluar
dari mulut Carrera-lah, El Fisgón membawa kita
berjalan-jalan menengok kelahiran kapitalisme sampai ke era
globalisasi. Sambil mengajak kita tersenyum dan tertawa
lewat lelucon sinisnya, El Fisgón juga memberikan kritik
yang sangat pedas. Kita diperlihatkan bagaimana perekonomian
dominan dibangun dan bagaimana ia berjalan hari ini. Planet
bumi menjadi sumber profit bagi segelitir orang, sementara
jutaan orang lainnya jatuh miskin, mati kelaparan dan saling
berperang.
Mungkin selama ini ada banyak
pertanyaan dalam benak kita. Bagaimana sistem perekonomian
dominan (baca: kapitalisme) ini dilahirkan? Siapa saja yang
melahirkannya dan mengapa kapitalisme menjadi sangat kuat
dan selalu mampu memperbaiki dirinya sendiri? Bagaimana ia
mampu bertahan sampai hari ini? Mengapa begitu banyak orang
mati kelaparan di bumi yang kaya dan subur ini? Bagaimana
tirani dan diktator dilahirkan? Mengapa ada banyak perang di
muka bumi ini dan apa hubungan antara perang-perang tersebut
dengan kapitalisme dan pasar bebas? Perang Dunia I; Perang
Dunia II; Perang dingin; perang melawan komunisme; aksi-aksi
“mengkomuniskan” orang lain; fasisme; rasisme; demokrasi;
hukum; PBB; teknologi; kemiskinan; kolonialisme; konflik
Israel-Palestina dan konflik-konflik lainnya; tragedi 11
September 2001; perang melawan terorisme.. apa hubungan
semua itu dengan kebijakan neoliberalisme? Kesemuanya mampu
dijelaskan oleh El Fisgón secara rinci, mudah dipahami,
dengan bahasa dan ilustrasi yang pas sekali, sekaligus
satire. Bahkan ia menceritakan mengenai kelahiran teknologi
komputer, dan apa persamaannya dengan penemuan mesin uap
dalam revolusi Industri.
Buku ini ditutup dengan ide-ide
El Fisgón mengenai rencana-rencana aksi baru. Ia mengkritik
keras kelompok kiri tradisional, dimana dalam sejarahnya
program-program kiri tersebut sudah jelas-jelas gagal lewat
rezim komunismenya.
Masih banyak sekali hal yang
dipaparkan dengan sangat menarik dalam buku ini, yang tidak
mungkin dituliskan satu persatu disini. Buku komik sejarah
ini memang sangat ‘menggigit’. El Fisgón mampu membahas
sesuatu yang sangat serius lewat permainan kata-kata yang
sinis dan lucu, ilustrasi yang tragis sekaligus menggelitik,
dan ia mengerjakannya dengan sangat serius pula. Pada
akhirnya, jelas sekali mengapa pasar bebas hanya akan
membawa kemakmuran bagi segelintir orang saja di muka bumi
ini, dan mengakibatkan kemiskinan serta kehancuran bagi
miliaran orang lainnya. Sangat
direkomendasikan.(petrus.sumitro@apokalips.org)
|