|
|


|
|
Bank Kaum Miskin
Muhammad Yunus
Terjemahan: Irfan Nasution
Pengantar: Robert M.Z. Lawang
ISBN 979-1260-01-x
269 + xxvi hlm.; 14 x 20,3 cm.
Rp 56.000,-
HADIAH NOBEL PERDAMAIAN 2006
“Kisah menakjubkan
bagaimana seseorang dengan visi dan nilai-nilai yang tepat bisa
membuat kaum mapan mendengarkannya.” — John Elkington,
Guardian
Sebagai dosen ekonomi Universitas
Chittagong Muhammad Yunus merasa resah melihat kesenjangan
antara teori yang diajarkannya dengan realitas kemiskinan
sehari-hari di Bangladesh. Dan ia pun memutuskan keluar dari
ruang kelas untuk belajar langsung dari masyarakat miskin
pedesaan. Lahirlah ide-ide cemerlang pengentasan kemiskinan yang
sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.
Ikutilah pergulatan mengharukan Yunus dan Grameen Bank dalam
memberdayakan masyarakat miskin, membela hak-hak kaum perempuan
yang selama ini diabaikan, melawan kelambanan birokrasi,
kekolotan sikap keagamaan, kekakuan cara berpikir akademis, dan kesewenang-wenangan lembaga
keuangan internasional seperti Bank Dunia.
WAJIB DIBACA OLEH SETIAP AKADEMISI,
AKTIVIS, DAN PENGAMBIL KEBIJAKAN. |
|

Buku ini
telah diulas di:
|
► |
"Bergulir Tanpa Mengejar
Laba" (Bisnis Indonesia, 27 April 2007). |
|
► |
"Bank untuk Kaum Miskin"
(The Campus, 1-15 Mei 2007).. |
|
► |
"Melihat Kemiskinan
dengan Mata Cacing" (Republika, 4 Mei 2007). |
|
► |
"Pemberdayaan Kaum
Miskin" (Seputar Indonesia, 6 Mei 2007). |
|
► |
"Tidak Makan Bunga Bank
dari Muhammad Yunus" (Pikiran Rakyat, 18 Mei 2007). |
|
► |
"Kredit Mikro Grameen
Bank" (Kompas, 20 Mei 2007). |
|
► |
"Pergulatan Panjang
Membela Kaum Papa" (Medium, 16 -29 Mei 2007). |
|
► |
"Kisah Pemotongan
Lingkaran Kemiskinan" (Suara Merdeka, 3 Juni 2007). |
|
► |
"Kredit dengan Jaminan
Nyawa" (Koran Tempo, 24 Juni 2007). |
|
► |
"Upaya Nyata Hapus
Kemiskinan" (Pikiran Rakyat, 19 Juli 2007). |
|
|
|
|
|
|
|
|
|