|
|


|
|
Terbunuhnya Seorang
Profesor Posmo
Arthur Asa Berger
Terjemahan: Ranti Mardianti
ISBN 979-99980-7-7
186 hlm.; 14 x 20,3 cm.
Rp 37.000,-
Ettore Gnocchi, seorang pemikir
posmodern kenamaan,
ditemukan tewas dalam jamuan makan di rumahnya sendiri. Lubang
peluru menganga di keningnya, anak panah menancap di pipinya,
pisau kue menyembul di
punggungnya, dan asap racun tercium dari minumannya.
Bagaimana mungkin seseorang dibunuh dengan empat cara
sekaligus pada waktu yang bersamaan? Dan siapa kira-kira
yang telah membunuhnya? Apakah istrinya yang juga profesor
filsafat, Shoshana TelAviv? Atau Slavomir Propp, linguis Rusia
yang menuduh Gnocchi telah mencuri ide-idenya? Alain Fess,
cendekiawan Perancis yang konon pernah seranjang dengan Shoshana?
Myra Prail, mahasiswi pascasarjana bimbingan Gnocchi yang
mungkin juga selingkuhannya? Basil Constant, novelis nyentrik
asal Inggris? Atau Miyako Fuji, mantan mahasiswi Gnocchi yang
membencinya?
Untuk melacak jejak pembunuh profesor posmodern ini, Inspektur
Solomon Hunter sadar bahwa ia harus membongkar terlebih dahulu apa sebenarnya posmodernisme itu.
Siapakah Baudrillard, Foucault, Lyotard, dan Habermas, yang
sering disebut-sebut oleh para tersangka di atas? Dan apa pula
yang mereka pikirkan? Apa pentingnya bagi misteri ini, serta
bagi kehidupan kita sehari-hari? |
|

Buku ini
telah diulas di:
|
► |
"Melacak Pembunuh,
Mengenal Posmo"
(Seputar Indonesia, 1 Oktober 2006). |
|
► |
"Belajar
Postmodernisme Lewat Kisah Detektif"
(Koran Tempo, 8 Oktober 2006). |
|
► |
"Posmodern
Menjelang Ajal"
(Media Indonesia, 18 November 2006). |
|
► |
Bedah Buku “Terbunuhnya Seorang Profesor Posmo ”
-
kerjasama
Dept.
Kajian HIMA HI dan SAINS,
FISIP Universitas
Padjadjaran,
Jatinangor,
18 April 2007. |
|
|
|