|
|


|
|
Mengukur Kesejahteraan:
Mengapa Produk Domestik Bruto Bukan Tolok
Ukur yang Tepat
untuk Menilai Kemajuan?
Joseph E. Stiglitz
Amartya Sen
Jean-Paul Fitoussi
Terjemahan: Mutiara Arumsari & Fitri
Bintang Timur
ISBN 978-979-1260-09-1
183 + xxviii hlm.; 14 x 20,3 cm.
Rp 44.000,-
“PDB
didasarkan pada sebuah paradigma yang meyakini bahwa lebih
banyak itu lebih baik. PDB naik seiring dengan naiknya
pembelanjaan untuk kriminalitas, misalnya, dan tidak
memperhitungkan aktivitas-aktivitas yang menguras sumber daya
alam dan kualitas hidup [...] Proyek ini menantang gambaran
kesejahteraan yang tak masuk akal tersebut.” — Brisbane Times
Di tengah krisis ekonomi global
2008, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy berinisiatif menunjuk
tiga ekonom kenamaan Joseph Stiglitz, Amartya Sen, serta
Jean-Paul Fitoussi untuk membentuk sebuah komisi pakar yang
bertugas meneliti apakah pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB)
–yang selama ini dijadikan indikator kemajuan ekonomi suatu
negara—benar-benar sahih untuk melihat kemajuan dan
kesejahteraan masyarakat negara tersebut? Melibatkan belasan
ekonom dan ilmuwan sosial progresif lain dari pelbagai negara,
Komisi Pengukuran Kinerja Ekonomi dan Kemajuan Sosial
(Commission sur la Mesure de la Performance Économique et du
Progrès Social) menelurkan laporan kerjanya yang monumental.
Memakai PDB sebagai tolok ukur telah memberi gambaran yang
melenceng tentang masyarakat, dan karenanya memberi masukan yang
melenceng pula dalam mengambil kebijakan sosial-ekonomi. Laporan
ini memberi kritik tajam pada cara pandang konvensional dan
menyuguhkan alternatif-alternatif yang penting untuk memperbaiki
proses pembangunan. Wajib dibaca oleh para pengambil kebijakan,
akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum.
“Kajian yang
provokatif ... mengenai tidak memadainya pertumbuhan PDB dipakai
sebagai indikasi kesehatan ekonomi secara umum.”
— The New York
Times |
|

Buku ini
telah diulas di:
|
► |
"Mengukur
Kesejahteraan Masyarakat", Media Indonesia, 30 April 2011. |
|
► |
"Mengukur
Kesejahteraan", Aulia Rachman Alfahmy, resensi blog Ekonom
Gila, 7 Juni 2011. |
|
► |
"Salah Ukur
Kesejahteraan Rakyat", resensi blog Yanu Endar Prasetyo, 22
Juni 2011. |
|
|
|