|
“Sebagian besar
orang yang menulis soal globalisasi tak pernah meninggalkan
hotel-hotel mewah dan ruang-ruang konferensi. Franklin Foer
sungguh-sungguh keluar dari situ dan terjun ke lapangan.
Reportasenya di kalangan proletar penggemar bola bisa
menjelaskan kompleksitas gelap globalisasi” — Robert D. Kaplan
Sepak bola bukan sekadar olahraga.
Sepak bola bisa menjadi alat untuk memahami seluk-beluk dunia
kontemporer yang dilanda segala dampak arus globalisasi.
Apa kaitan sepak bola dengan pembantaian Muslim Bosnia? Dengan
budaya korupsi di Dunia Ketiga? Dengan bangkitnya
sentimen-sentimen rasial dan konflik keagamaan? Dengan Zionisme
maupun anti-Semitisme? Ikutilah perjalanan jurnalis politik
Franklin Foer menyusuri jagat internasional sepak bola, bertemu
dengan orang pertama yang melahirkan aksi-aksi hooligan,
berkumpul dengan intelektual bawah tanah Italia pendukung Inter
Milan, mengamati bagaimana falsafah El Barca penting untuk
memulihkan konsep nasionalisme inklusif maupun citra sepak bola
itu sendiri, serta segudang penelusuran memukau lainnya yang
wajib dibaca oleh setiap penggemar bola maupun pengamat isu-isu
sosial-politik.
“Penggambaran Foer tentang silang
sengkarut antara olahraga, politik, dan budaya sungguh memukau”
— San Francisco Chronicle |