|
Ceramah terakhir Edward Said
yang dicekal oleh sponsornya sendiri,
Institut Freud di Wina, Austria
Books of the Year 2003
versi The Guardian dan Irish Times
Identitas, bagi Edward Said, adalah sesuatu yang tak pernah utuh.
Begitu pula halnya identitas Yahudi yang berusaha diabsolutkan
oleh gerakan Zionisme lewat pendirian negara Israel. Bagaimana
mungkin Israel mau bersikap eksklusif terhadap identitas
Yahudinya dengan menolak mengakui eksistensi bangsa Palestina,
bila ternyata Nabi Musa, sang bapa pendiri bani Israel sendiri,
justru adalah seorang Mesir bukan-Yahudi!
Dengan membongkar identitas resmi Yahudi-Israel ini, Edward Said
bukan cuma meruntuhkan klaim-klaim terdasar gerakan Zionisme
(yang sangat kontekstual dengan perkembangan mutakhir di Jalur
Gaza dan Tepi Barat), namun juga memperluas wawasan kita tentang
bagaimana persoalan identitas di zaman global harus disikapi.
“Said pada puncak kekuatan intelektualnya.
Kecendekiaan dan minat politiknya saling menerangi satu sama
lain tanpa mengorbankan integritas masing-masing ... —Neville
Hoad, Journal of Palestine Studies |